Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Blog

Rajawali Tangerang Berbagi Takjil: Semangat Kebersamaan di Kampung Tigaraksa

16
×

Rajawali Tangerang Berbagi Takjil: Semangat Kebersamaan di Kampung Tigaraksa

Share this article
Example 468x60

Kabupaten Tangerang – Ketika bulan suci Ramadan tiba, ada momen yang selalu dinanti-nanti: berbagi takjil. Pada Minggu pagi tanggal 8 Maret 2026, Paguyuban Rajawali Tangerang menggelar acara berbagi takjil di Kampung Tigaraksa, Desa Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Provinsi Banten. Tidak sekadar acara berbagi makanan untuk berbuka, namun juga sebuah refleksi sosial akan pentingnya gotong royong dan persatuan komunitas dalam bingkai kebersamaan. Dengan dukungan berbagai elemen seperti ormas, media, LBH, Kodim, dan aliansi lainnya, acara ini menjadi bukti nyata bahwa berbagi adalah pondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Berbagi takjil di bulan Ramadan bukan hanya soal makanan atau minuman untuk membatalkan puasa. Lebih dari itu, ini adalah simbol dari rasa kepedulian dan solidaritas sosial yang menjadi roh kehidupan berkomunitas di Indonesia. Di tengah hiruk-pikuk hidup kota Tangerang dan sekitarnya, Paguyuban Rajawali Tangerang menunjukkan kepada kita semua makna sesungguhnya dari Ramadan: berbagi tanpa memandang status dan berbagai latar belakang yang hadir.

Acara yang digelar pada pagi hari, tepat pukul 5.00 WIB di Kampung Tigaraksa ini tidak berjalan sendiri. Kehadiran berbagai elemen ormas, media, Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Kodim, dan aliansi lainnya, bukan hanya menjadi penyemangat, tapi juga memperlihatkan bagaimana sinergi antar elemen masyarakat mampu membawa kebaikan yang nyata dan terasa. Suasana riang dan penuh tawa tetap terasa, seolah bersaing dengan aroma takjil dan semerbak segelas es manis.

Ketua Paguyuban Rajawali Tangerang, BP Maman, yang dikenal sebagai sosok inspiratif dan penuh energi, memimpin acara ini dengan penuh khidmat. Didampingi oleh Mister Waka Tulang dan BP Biro Hukum, mereka memastikan setiap takjil yang dibagikan benar-benar sampai ke tangan orang-orang yang membutuhkan. “Kebahagiaan terbesar adalah ketika kita bisa memberi tanpa mengharap kembali,” ujar BP Maman yang tampil sederhana namun penuh makna, menggugah hati para peserta dan masyarakat sekitar.

Lebih jauh lagi, acara seperti ini mengajak kita untuk merenung tentang makna kebersamaan dalam keberagaman yang seringkali menjadi tantangan di era modern ini. Kampung Tigaraksa, yang mungkin sederhana dari segi fasilitas, menjadi saksi bahwa kehidupan yang penuh kepedulian mampu membawa warna dan semangat positif dalam setiap jengkal ruang lingkupnya.

Para peserta dari ormas dan elemen lain juga tampak bergembira dan saling berinteraksi akrab. Ini bukan sekadar soal membagikan takjil, tetapi merajut kembali jaringan sosial yang mungkin mulai renggang karena kesibukan dan kompleksitas hidup. Seperti kata pepatah, satu tangan yang memberi dan satu tangan yang menerima sebenarnya adalah milik tangan yang sama, tangan kemanusiaan.

Acara yang berlangsung meriah ini juga menjadi wujud afirmasi dari berbagai pihak bahwa di tengah tantangan kehidupan, terutama dalam menghadapi pandemi dan ketidakpastian ekonomi, nilai-nilai sosial tetap perlu dipupuk dan dihidupkan. Berbagi takjil menjadi simbol optimisme dan harapan yang terus menyala.

 

Wolindonesia.id

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *