SERANG | Wolindonesia.id – Dugaan praktik pengumpulan dan pemindahan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi kembali mencuat di wilayah Serang, Banten. Sebuah mobil box dengan nomor polisi B 9x0x TxP ditemukan berada di tengah lapangan dalam kondisi gelap dengan membawa dua buah kempu berkapasitas masing-masing sekitar 1.000 liter.
Informasi tersebut disampaikan seorang sumber yang disapa Topan (bukan nama sebenarnya). Ia memperlihatkan rekaman video berdurasi sekitar 1 menit 38 detik yang disebut merupakan hasil temuan di lokasi, tepatnya di wilayah Cemplang, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten.
Dalam rekaman video tersebut, mobil box terlihat berada di tengah lapangan dengan kondisi minim penerangan. Di dalam kendaraan tampak dua buah kempu berkapasitas sekitar 1.000 liter per kempu, sehingga total kapasitasnya mencapai sekitar 2.000 liter. Sejumlah jerigen juga terlihat menumpuk di sekitar lokasi.
Rekaman itu juga memperlihatkan aktivitas pemindahan cairan dari jerigen menuju kempu menggunakan selang. Aktivitas tersebut diduga berkaitan dengan pengumpulan dan pemindahan BBM jenis solar.
Temuan tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan, terutama mengenai asal-usul BBM, mekanisme pembelian, pihak yang menguasai atau memiliki BBM, serta tujuan pengumpulan dan pemindahan dalam jumlah besar ke dalam kempu.

Dalam rekaman video, terdengar suara yang menanyakan kepada salah seorang penjaga di lokasi mengenai aktivitas tersebut, termasuk sudah berapa lama kegiatan berlangsung dan siapa pemilik BBM maupun kendaraan yang berada di lokasi.
“Baru ini, kita hanya mengangkut aja. Ini milik Pak Sopiyan,” ujar penjaga tersebut sebagaimana terdengar dalam rekaman video. Selasa, (1/9/2026).
Pernyataan tersebut menjadi informasi awal yang masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut, khususnya mengenai identitas Sopiyan, status kepemilikan BBM, serta hubungan yang bersangkutan dengan kendaraan dan aktivitas pemindahan BBM di lokasi.
Selain rekaman video, redaksi juga memperoleh informasi dari Topan yang menyebut nama Sopiyan diduga berkaitan dengan seseorang yang disebut sebagai oknum “loreng”.
Namun, informasi mengenai identitas maupun status orang yang dimaksud belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi. Redaksi juga belum memperoleh konfirmasi resmi mengenai ada atau tidaknya keterlibatan oknum dalam aktivitas tersebut.
Karena itu, informasi tersebut masih sebatas keterangan sumber dan perlu dibuktikan melalui klarifikasi serta pemeriksaan pihak yang berwenang.
Jika BBM yang dikumpulkan tersebut benar merupakan solar bersubsidi, maka sejumlah hal penting perlu diperjelas, mulai dari asal BBM, mekanisme pembelian, pihak yang membeli, pemilik BBM, peruntukannya, hingga tujuan distribusinya.
Terlebih, aktivitas pemindahan tersebut disebut berlangsung pada malam hari di lokasi yang minim penerangan dengan menggunakan kempu berkapasitas besar.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian aparat untuk memastikan apakah aktivitas yang terekam dalam video merupakan pengangkutan BBM yang sah atau terdapat dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.
Atas temuan tersebut, redaksi berencana menyampaikan rekaman video, identitas kendaraan, lokasi kejadian, serta informasi yang diperoleh di lapangan kepada Polisi Militer untuk dilakukan verifikasi dan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi keterlibatan oknum.
Selain itu, pihak kepolisian dan instansi terkait juga dinilai perlu melakukan pemeriksaan terhadap asal-usul dan status BBM yang berada di lokasi.
Redaksi tidak menyimpulkan telah terjadi tindak pidana dan masih menunggu hasil verifikasi aparat berwenang. Seluruh informasi mengenai dugaan penyalahgunaan BBM maupun keterlibatan pihak tertentu masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi resmi.
Pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini diberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalistik.
Red


















