Kab. Tangerang | Wolindonesia.id – Peningkatan jalan yang seharusnya bermanfaat besar bagi masyarakat luas untuk mobilitas masyarakat akan tetapi tercoreng oleh kontraktor yang melakukan pekerjaan tanpa memikirkan kualitas dan menjadi ajang permainan pemborong. Proyek yang berada di Gang H. Kidil Kampung Pabuaran RT.007 RW.002 Desa Dukuh, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang untuk sekian kalinya terindikasi buat ajang pemangkasan anggaran oleh kontraktor nakal Lagi-lagi proyek peningkatan jalan hotmix yang disebut sebagai bagian dari program aspirasi Dewan Yakub diduga jatuh kepada kontraktor yang tidak berkompeten dan kurang profesional dalam melaksanakan pembangunan. Kamis, (15/03/2026).
Sehingga potensi kerugian yang ditimbulkan dari penyimpangan yang dilakukan ditafsir mencapai puluhan Juta Rupiah, mengapa demikian, karena agregat yang dasar yang dihamparkan sangat tipis yang lebih parahnya Hotmix Tipe Laston III yang dipergunakannya hanya dipergunakan kurang dari 20 ton yang mestinya dengan luas 101×4 meter dengan tebal 4 Centimeter bisa menghabiskan Hotmix lebih dari 33 Ton, disini masyarakat akan bisa menilai adanya main-main pihak pemborong untuk keuntungan semata.
Pak Ari yang berada dilokasi sekaligus perwakilan dari pelaksanaan yang melaksanakan proyek tersebut membenarkan bahwa yang dipergunakan Hotmix hanya 20 Ton” kami belanjakan 20 Ton bang atau 2 Mobil Dump Truk” tandas Ari sambil berjalan pamit kepada awak media Wolindonesia.id. Tentu saja kinerja dan Integritas Pengawas, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kecamatan Cikupa hingga dewan yang menunjuk kontraktor sebagai pengusung aspirasi harus dipertanyakan, bagaimana kecurangan itu dapat terjadi terus menerus, faktor utamanya ialah kurangnya monitoring dan koordinasi antara anggota DPRD serta pejabat Kecamatan dalam melakukan pengawasan.

Menanggapi hal itu, Aktivis Kemasyarakatan Sosial Riyan Kadhafi menilai bahwa kinerja satker Kecamatan Cikupa kurang maksimal, sehingga banyak sekali kontraktor yang berani berbuat curang, dan anggota dewan juga jangan asal tunjuk penyedia jasa, karena jika salah pilih dampaknya sangat luar biasa untuk masyarakat.
“Jangan asal tunjuk, karena kalau kontraktornya tidak profesional yang rugi masyarakat, tentunya nama dewan pengusung aspirasi juga akan tercoreng akibat pembangunan yang amburadul jelas Riyan Kadhafi kepada awak media.
Sampai berita ini ditayangkan pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kecamatan Cikupa belum bisa dikonfirmasi.
Pewarta : Fadli


















