Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaDaerahDesaMasyarakat

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Saluran Drainase U-Ditch Di Kampung Bunder Kelurahan Bunder Disorot Aktivis

59
×

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Saluran Drainase U-Ditch Di Kampung Bunder Kelurahan Bunder Disorot Aktivis

Share this article
Example 468x60


Kab. ‎Tangerang | Wolindonesia.id – Pekerjaan pembangunan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Kampung Bunder RT 003 RW 001, Kelurahan Bunder Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan. Pasalnya, proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi standar maupun kualitas pekerjaan konstruksi yang seharusnya diterapkan. Pelaksanaan Pekerjaan dibebankan kepada CV. Akbar Jaya Contracktor dengan Pagu anggaran hampir 100 Juta, dalam papan proyek tidak dijelaskan Volume pekerjaan.

‎Berdasarkan pantauan di lokasi, pemasangan U-Ditch terlihat diduga tidak dikerjakan sesuai standar teknis yang berlaku. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga terhadap kualitas dan ketahanan saluran drainase tersebut, dibeberapa titik sudah adanya kemiringan struktur U-Ditch alias ambles karena awal pemasangan dasar tidak menggunakan pengerasan hasilnya tidak berkualitas.



‎Dalam pekerjaan konstruksi saluran drainase menggunakan beton pracetak seperti U-Ditch, terdapat sejumlah aturan dan standar teknis yang harus dipenuhi. Hal tersebut diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-6966-2003 tentang Tata Cara Perencanaan Drainase Perkotaan serta mengacu pada SNI 7833:2012 tentang Spesifikasi Saluran Beton Pracetak (U-Ditch).

‎Dalam standar tersebut dijelaskan bahwa pemasangan U-Ditch harus memperhatikan beberapa ketentuan, di antaranya:
‎Dasar galian harus rata dan dipadatkan sebelum pemasangan, Harus menggunakan lantai kerja atau bedding seperti pasir urug atau beton kurus agar posisi U-Ditch stabil. Sambungan antar U-Ditch harus rapat dan presisi agar tidak terjadi kebocoran atau pergeseran.

‎Pemasangan harus memperhatikan elevasi dan kemiringan saluran agar aliran air berjalan dengan baik. Jika pekerjaan tidak mengikuti standar tersebut, dikhawatirkan saluran drainase tidak akan bertahan lama dan berpotensi mengalami kerusakan, kejadian hasil fakta dilapangan banyak keretakan pada badan U-dith, badan samping U-Ditch mestinya diberikan batu ampar/split dan disemen agar sepadan dengan bahu jalan.

‎Warga berharap pihak terkait, baik dari pemerintah Kecamatan Cikupa pemberi anggaran maupun instansi terkait, dapat melakukan pengecekan langsung terhadap proyek tersebut agar kualitas pekerjaan benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

‎saat di konfirmasi terkait mekanisme pekerjaan melalui pesan singkat pihak pengawas tidak merespon keterkaitan dengan pekerjaan proyek tersebut, malah sebaliknya pengawas bertanya kepada awak media di proyek tersebut kesalahan dan kekurangannya dimna?.



Aktivis Pemerhati Pemerintah dan Masyarakat Riyan Kadhafi berpendapat saluran Drainase terkesan hanya kepentingan proyek semata akhirnya tidak tepat sasaran, “mestinya pemborong bisa memahami teknis pekerjaan untuk penambahan Pasir Abu atau Pasir Ampar ataupun Batu Split itu tidak membuat kerugian pihak Ke-3 Kontraktor, seakan-akan pemborong kerjanya hanya pasang U-dith saja tidak mengerti teknis pekerjaan dengan semestinya.” Tandas Riyan.

Fadli

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *