Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaMasyarakatPemerintahan

Setelah Terungkap Proyek Hotmix Tipis Kecamatan Panongan Bungkam, BPK Harus Tindak Pelaksana Maupun Pengguna Anggaran

11
×

Setelah Terungkap Proyek Hotmix Tipis Kecamatan Panongan Bungkam, BPK Harus Tindak Pelaksana Maupun Pengguna Anggaran

Share this article
Example 468x60

 

KAB. TANGERANG | wolindonesia.id – Pemeliharaan Jalan Hotmix di Perumahan Graha Siena Desa Ciakar Kecamatan Panongan Kabupaten Tangerang dengan nilai anggaran sebesar Rp. 99.285.000.,- yang dilaksanakan oleh CV Kinara Putri Kontraktor hasil pantauan dilokasi pekerjaan didapati banyak Hotmix yang terkelupas dan retak, dugaan pelaksanaan menggunakan material kualitas rendah dan cara kerja yang tidak profesional. Jum’at (31/07/2026)

 

 

Dari hasil pengamatan Wartawan di lokasi proyek tersebut diduga sebagian Lapis Pondasi Bawah (LPB) tidak menggunakan hamparan agregat, tentu saja hal itu akan mempengaruhi kualitas hotmix, mengingat dasar jalan adalah beton maka hasilnya akan terlihat tipis, emulsi perekat cairan Hotmix yang hanya sebatas siram saja bisa mempengaruhi cengkraman Hotmix dengan dasar permukaan jalan, sehingga hotmix mudah retak dan cepat mengelupas.

 

 

Saat dijumpai, seorang keamanan komplek warga menyebut bahwa pelaksana dari kegiatan proyek hotmix yang dikerjakannya tersebut tidak mengetahui dan para pengawas pun datang pada akhir selesai pekerjaan, “Agregat atau split tidak pakai pak, cairan hitam disiram tapi hanya sekali aja siramnya.” Tandas Pak Security.

 

 

Sementara, PPTK Kecamatan Panongan Hendra dan Plt. Camat Panongan Dadang Sudrajat sampai saat ini masih bungkam seribu bahasa setelah dilayangkan surat beserta pengaduan di laman Sp4n Lapor sudah 4 hari berlalu enggan memberikan penjelasan lebih jauh.

 

 

 

Menanggapi hal itu, Riyan Kadhafi Aktivis Benteng Tangerang Raya, “anggaran yang begitu besar dianggap bahan bancakan, mestinya pihak Kecamatan menugur keras dan mengevaluasi para pengawas beserta PPTK dengan kondisi asal jadi proyek yang terpenting alokasi anggaran terealisasi tapi tidak sesuai harapan masyarakat, dengan kualitas yang nyata dilapangan dipastikan tidak akan bertahan lama jalan tersebut rusak yang ada hanya membuang anggaran yang tidak sesuai.” Tututrnya

 

 

“Jika sampai tidak ada tindakan dari kecamatan Panongan maka kami akan teruskan aduan kami kepada Pihak Kejaksaan, karena hal tersebut sudah menodai penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-18 kalinya secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang.” ucap Riyan Kadhafi.

 

 

 

Pewarta : Fadli

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *