Kab. Tangerang | Wolindonesia.id – Pekerjaan pembangunan saluran drainase menggunakan U-Ditch di Cakung RT 002 RW 004, Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan. Pasalnya, proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi standar maupun kualitas pekerjaan konstruksi yang seharusnya diterapkan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pemasangan U-Ditch terlihat diduga tidak dikerjakan sesuai standar teknis yang berlaku. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga terhadap kualitas dan ketahanan saluran drainase tersebut terlebih Papan Proyek disengaja dicabut agar warga tidak mengetahui anggaran aslinya.
Dalam pekerjaan konstruksi saluran drainase menggunakan beton pracetak seperti U-Ditch, terdapat sejumlah aturan dan standar teknis yang harus dipenuhi. Hal tersebut diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-6966-2003 tentang Tata Cara Perencanaan Drainase Perkotaan serta mengacu pada SNI 7833:2012 tentang Spesifikasi Saluran Beton Pracetak (U-Ditch).
Dalam standar tersebut dijelaskan bahwa pemasangan U-Ditch harus memperhatikan beberapa ketentuan, di antaranya:
Dasar galian harus rata dan dipadatkan sebelum pemasangan, Harus menggunakan lantai kerja atau bedding seperti pasir urug atau beton kurus agar posisi U-Ditch stabil. Sambungan antar U-Ditch harus rapat dan presisi agar tidak terjadi kebocoran atau pergeseran.
Pemasangan harus memperhatikan elevasi dan kemiringan saluran agar aliran air berjalan dengan baik. Jika pekerjaan tidak mengikuti standar tersebut, dikhawatirkan saluran drainase tidak akan bertahan lama dan berpotensi mengalami kerusakan, kejadian hasil fakta dilapangan banyak keretakan pada badan U-dith ujung saluran hanya disambung Hebel tanpa tutup, bergeser, atau tidak berfungsi optimal.
Warga berharap pihak terkait, baik dari pemerintah Kecamatan Legok pemberi anggaran maupun instansi terkait, dapat melakukan pengecekan langsung terhadap proyek tersebut agar kualitas pekerjaan benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

saat di konfirmasi terkait mekanisme pekerjaan melalui pesan singkat pihak Pelaksana atau pemborong Pak Tabroni mengatakan, “terimakasih anda telah menghubungi saya apa bisa saya bantu. kalau saya perlu cuan dengan emoji ketawa. mohon maaf urusan cuan tinggal TF ke BRI dengan mengirimkan nomor rekening sambil emoji ketawa, seakan meledek konfirmasi jurnalis.” Untuk ujung saluran drainase “Pake hebel disebabkan anggarannya tidak mencukupi yang akhirnya dengan inisiatif saya dan warga dilokasi disepakati pake hebel sebab itu hanya untuk merapihkan sampe keujung aja, ketika ditinggal ga nyampe ujung dipastikan airnya acak-acakan lagi.”
Warga sekitar Pak Arif yang berpendapat saluran ini tidak tepat sasaran, “mestinya pemborong bisa menambah 2 set U-dith yang harganya tidak sampai membuat pemborong rugi karena anggaran nya cukup besar, mestinya badan samping U-dith dirapihkan pakai Semen atau Agregat Pasir batu, seakan-akan pemborong kerjanya hanya pasang U-dith saja tidak mengerti teknis pekerjaan dengan semestinya.” Tandas Arif Warga Kampung Cakung
Fadli


















