KAB. TANGERANG | Wolindonesia.id – Suasana perjuangan warga Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang dalam kasus sengketa lahan melawan PT Bumi Sejahtera Puramas kian hari kian memanas. Semangat massa yang terus membakar semangat keadilan membuat gelombang aksi demonstrasi damai tidak surut, justru semakin kuat hingga menanti putusan akhir dari pihak penegak hukum.
Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk meredam atau bahkan menunggangi aksi ini oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, tekad warga bersama keluarga H. Pohan justru semakin bulat. Mereka menegaskan tidak akan mundur selangkah pun sebelum keadilan benar-benar ditegakkan dan putusan yang adil dijatuhkan.
Warga masyarakat Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang bersama keluarga H. Pohan dan para pendukung akan melaksanakan aksi damai dengan mengusung tema “Kasus Sengketa Lahan: Tegakkan Keadilan, Tolak Dokumen Cacat Hukum”.
Kegiatan yang diwarnai aksi tutup jalan sempat membuat macet dan aksi lempar botol air mineral olah pihak oknum preman dari pihak Paramount Petal sempat membuat ricuh dan dorong-mendorong para demonstran dengan pihak Security Paramount Petals.
Para demonstran menyuarakan keadilan bahwa banyak prosedur yang dilakukan oleh Paramount Land dalam persidangan dan keabsahan surat kepemilikan Paramount Land terhadap masyarakat yang diakui tanahnya secara sepihak, karena oleh itu warga yang khususnya mengalami kerugian mendatangi Kantor Marketing Paramount Petal diwilayah Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang
Suasana Memanas, Semangat Tak Kunjung Padam
Suasana di lokasi aksi dan sekitar wilayah Paramount Petal terasa sangat kental dengan nuansa perjuangan. Teriakan yel-yel penolakan terhadap “Mafia Tanah” dan seruan “Jangan Jadi Pengkhianat di Negara Sendiri, Tidak Ada Negara di Atas Negara!” terus bergema lantang, menunjukkan bahwa massa tidak main-main dalam memperjuangkan hak mereka.
Kepanikan mulai terlihat dari pihak lawan, terindikasi dari berbagai upaya provokasi dan rekayasa yang mencoba dilakukan untuk menjatuhkan citra perjuangan warga. Namun, upaya tersebut justru menjadi bumerang dan membuat warga semakin sadar bahwa mereka berada di pihak yang benar, melawan ketidakadilan dan permainan hukum yang tidak sehat.
“Lihatlah sekarang! Mereka panik karena kami sudah tahu permainan kotor mereka. Mereka takut karena kebenaran sudah mulai terang benderang. Suasana memang memanas, tapi panasnya adalah api kebenaran yang akan membakar habis segala kejahatan dan kepalsuan,” tegas salah satu koordinator aksi dengan nada penuh wibawa.
Menanti Putusan, Warga Tegas Menjaga Posisi
Hingga saat ini, seluruh mata tertuju pada proses hukum yang berjalan di Pengadilan Negeri Kota Tangerang. Warga dan pendukung menegaskan bahwa mereka akan terus hadir, terus bersuara, dan terus mengawal jalannya persidangan sampai pada putusan akhir.
Mereka menuntut agar Jaksa dan Majelis Hakim berani mengambil keputusan yang berat sebelah kebenaran, tidak takut oleh ancaman maupun kepentingan pihak mana pun, dan berani memvonis bahwa dokumen-dokumen yang cacat hukum, dibuat oleh notaris fiktif, serta tidak tercatat dalam administrasi negara adalah tidak sah dan batal demi hukum.
“Kami tidak takut! Kami tidak akan bubar sebelum hukum berkata adil. Kami tunggu putusan yang tegas. Jangan main-main dengan hak rakyat, karena rakyat yang menopang negara ini,” seru massa.
Warga juga kembali menegaskan prinsip mereka: Tidak ada kekuatan di atas kekuatan negara, dan tidak ada hukum di atas kebenaran. Siapa pun yang berusaha menjadi “negara” di atas negara atau merasa paling berkuasa, pada akhirnya akan tumbang oleh kekuatan rakyat yang bersatu.
Komando Perjuangan Terus Bergema
Dengan semangat yang membara, seluruh peserta aksi kembali mempertegas komando perjuangan mereka. Aksi akan terus digelorakan, tekanan akan terus disalurkan melalui jalur konstitusional dan damai, hingga putusan pembacaan vonis keluar.
“Kami di sini bukan untuk merusak, tapi untuk membenarkan! Kami akan berdiri tegak sampai titik darah penghabisan demi hak kami yang sah!”
Perkembangan selanjutnya terkait putusan dan kelanjutan aksi warga Desa Kadu Jaya akan terus dimuat dan diliput secara eksklusif oleh Media WOL.
Dilaporkan oleh:
Redaksi Wolindonesia.id
















