KAB. TANGERANG | Wolindonesia.id – Proyek perbaikan saluran air di wilayah RW 012 Perumahan Medang Lestari, Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, memicu kekecewaan mendalam warga. Pekerjaan senilai Rp 120.000.000 bersumber APBD 2026 yang dilaksanakan PT Abawayn Berkah Mandiri ini dinilai tidak memperhatikan kepentingan warga, bahkan material tanah bekas galian menumpuk hingga menghalangi akses masuk kendaraan salah satu rumah warga. Minggu (16/08/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan tanah dan puing hasil penggalian saluran dibiarkan begitu saja di pinggir jalan. Kondisi paling mencolok terjadi di depan salah satu rumah warga, di mana tanah galian menumpuk tinggi hingga menutup jalan masuk, sehingga pemilik rumah kesulitan membawa kendaraan masuk atau keluar pekarangan.
Salah satu warga yang terdampak menyampaikan protesnya. “Sangat disayangkan, pekerjaan ini terkesan asal keruk saja tanpa peduli dampaknya. Lihatlah, tanah bekas galian dibiarkan menumpuk persis di depan pagar rumah saya, pintu masuk kendaraan jadi tertutup sama sekali. Saya mau bawa motor atau mobil jadi repot sekali,” keluhnya.

Selain menghalangi akses, tumpukan tanah yang tidak segera dipindahkan juga membuat lingkungan menjadi kotor dan berlumpur saat hujan. Warga khawatir jika dibiarkan lama, kondisi ini bisa memicu genangan serta membahayakan pengendara yang lewat.
Papan informasi proyek yang terpasang pun tidak mencantumkan rincian teknis seperti panjang saluran, kedalaman, maupun spesifikasi pekerjaan, sehingga warga tidak memiliki acuan jelas kesesuaian pelaksanaan dengan anggaran yang dikeluarkan.
Warga meminta pihak kontraktor segera merapikan tumpukan tanah, membuka kembali akses jalan masuk rumah, serta memperbaiki cara kerja agar tidak merugikan warga lain. Mereka juga berharap Kecamatan Pagedangan segera mengawasi pelaksanaan hingga selesai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pelaksana maupun kecamatan pagedangan.
Pewarta : Fadli


















